Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pengertian dan Contoh Das Sollen dan Das Sein

Das sollen dan das sein merupakan dua istilah dasar yang memiliki peran penting dalam ilmu hukum. Dalam konteks ini, das sollen mengacu pada hal-hal yang seharusnya terjadi atau diinginkan terjadi, sedangkan das sein mencerminkan kenyataan yang ada. Ketika terjadi ketidaksesuaian antara das sollen dan das sein, masalah pun timbul. Das sollen dapat ditemukan dalam sumber-sumber hukum, sementara das sein terlihat dalam keadaan yang terjadi di masyarakat. Mari kita jelaskan lebih lanjut mengenai pengertian dan contoh das sollen dan das sein.

Pengertian dan Contoh Das Sollen dan Das Sein


Pengertian dan contoh das sollen:


Das sollen mencakup segala sesuatu yang seharusnya terjadi, atau apa yang diinginkan oleh banyak pihak agar menjadi hal yang lumrah dan sesuai dengan norma yang berlaku. 

Das sollen mewakili hal-hal yang dianggap wajar terjadi dalam masyarakat. Oleh karena itu, das sollen juga dikenal dengan sebutan dunia norma, dunia kaidah, atau dunia teori. 

Berikut ini beberapa contoh das sollen:


  • Setiap pengendara harus menggunakan helm saat berkendara.
  • Dalam praktik jual beli, pembeli harus membayar dengan menggunakan uang asli, dan penjual harus menyerahkan barang sesuai dengan keinginan pembeli.
  • Saat lampu lalu lintas berwarna merah, pengendara wajib berhenti.
  • Kendaraan bermotor tidak boleh memasuki trotoar yang ditujukan untuk pejalan kaki.
  • Pelaku kejahatan korupsi harus mendapatkan hukuman yang berat.

Pengertian dan contoh das sein:


Das sein mencerminkan pelaksanaan dari das sollen, baik yang sesuai maupun yang bertentangan. Das sein adalah dunia kenyataan yang sebenarnya. Oleh karena itu, das sein juga dikenal dengan sebutan dunia praktik atau dunia konkret di mana apa yang diharapkan dalam das sollen diwujudkan. 

Berikut ini beberapa contoh das sein:

  • Jika seseorang berkendara tanpa menggunakan helm, tindakan tersebut bertentangan dengan das sollen dan dianggap melanggar aturan lalu lintas.
  • Dalam praktik jual beli, penting untuk mematuhi norma yang berlaku. Jika uang yang diserahkan tidak sesuai atau barang yang diberikan tidak sesuai dengan permintaan, hal tersebut dapat berdampak pada konsekuensi hukum.
  • Dalam praktek lalu lintas, penting untuk mematuhi rambu-rambu yang ada. Jika melanggar, risiko kecelakaan dapat meningkat.
  • Pemilik kendaraan bermotor yang berkendara di jalan raya umumnya tidak akan mengalami masalah hukum. Namun, jika kendaraan tersebut memasuki trotoar yang ditujukan untuk pejalan kaki, hal tersebut dapat menimbulkan masalah hukum.
  • Pelaku tindak pidana korupsi seharusnya dihukum dengan tegas. Namun, dalam praktiknya, terkadang ada pelaku kejahatan yang sulit dijerat hukum.

Dari contoh-contoh das sollen dan das sein di atas, dapat dilihat dampak dari ketidaksesuaian antara das sollen dan das sein. Misalnya, dalam kasus kejahatan korupsi, das sollen mengharuskan pelaku mendapatkan hukuman berat. Namun, dalam kenyataannya, implementasi hukuman tidak selalu konsisten. 

Ketidaksesuaian antara das sollen dan das sein ini dapat menimbulkan ketidakpuasan masyarakat terhadap penegakan hukum, dan dapat memicu terjadinya tindakan main hakim sendiri. Oleh karena itu, penting untuk menjaga agar das sein selalu sesuai dengan das sollen guna mencegah ketimpangan sosial.

Das Sollen dan Das Sein memiliki peran penting dalam ilmu hukum. Das sollen mencerminkan hal-hal yang seharusnya terjadi, sedangkan Das Sein mencerminkan kenyataan yang ada. 

Ketidaksesuaian antara Das Sollen dan Das Sein dapat menimbulkan masalah dalam pelaksanaan hukum. Oleh karena itu, penting untuk menjaga agar implementasi hukum selalu sesuai dengan harapan dan norma yang berlaku.

Posting Komentar untuk "Pengertian dan Contoh Das Sollen dan Das Sein "